Ubud Art Market: Pusat Oleh-Oleh Bali di Dekat Damara Ubud

Ubud Art Market pusat oleh-oleh Bali

Ubud Art Market, juga dikenal sebagai Pasar Seni Ubud, adalah pasar tradisional di Bali yang menawarkan beragam barang seni tradisional dan kerajinan lokal. Terletak sangat dekat dengan perumahan tropis mewah Damara Village Ubud, pasar ini menjadi tujuan utama bagi wisatawan yang ingin membeli oleh-oleh khas Bali. 

Dalam artikel ini, kami akan membahas secara mendalam tentang Ubud Art Market, termasuk sejarahnya, kegiatan yang bisa dilakukan, serta lokasinya.

Apa Itu Ubud Art Market?

Bagi para pecinta seni dan budaya Bali, Ubud Art Market merupakan destinasi wisata belanja yang wajib dikunjungi. Pasar tradisional ini bagaikan surga yang menawarkan beragam oleh-oleh serta cendera mata khas Bali.

Mulai dari lukisan, patung, hingga ukiran kayu yang mencerminkan keindahan seni Bali. Ada juga kain tradisional Bali, seperti udeng, sarong, serta kebaya yang tersedia dalam berbagai motif dan warna. Tidak hanya itu, Anda juga dapat menemukan baju Barong, topi dan tas anyaman, perhiasan, dan pernak-pernik unik lainnya yang tersedia untuk melengkapi koleksi souvenir Anda.

Setiap produk di Ubud Art Market merupakan hasil karya para seniman dan pengrajin lokal yang terampil. Dibuat dengan penuh ketelitian dan dedikasi, produk-produk tersebut memiliki kualitas terbaik yang tak perlu diragukan lagi. Selain itu, harga yang ditawarkan pun terjangkau, memastikan wisatawan bisa membeli oleh-oleh dan cendera mata khas Bali tanpa harus menguras dompet.

Sejarah Ubud Art Market

Ubud Art Market bukan sekadar pasar seni dan kerajinan tangan biasa. Di balik keramaian dan keanekaragaman produknya, tersimpan sejarah panjang yang terjalin erat dengan perkembangan Ubud sebagai destinasi wisata. Didirikan pada era kerajaan Ubud di bawah kepemimpinan Raja Ubud, Ida Tjokorde Kandel, tepatnya sekitar tahun 1800-an, pasar ini awalnya fokus menjual kebutuhan pokok rumah tangga sehari-hari.

Kedatangan wisatawan gelombang pertama yang dibawa oleh Tjokorda Gde Agung Sukawati pada 1930-an memberikan perubahan signifikan pada Ubud Art Market. Pasar ini mulai beralih menjual berbagai macam kerajinan tangan sebagai oleh-oleh bagi para wisatawan. Seiring berjalannya waktu, Ubud Art Market berkembang pesat menjadi pusat perdagangan seni yang dikenal secara internasional.

Kini, pasar tradisional ini telah menjadi salah satu ikon pariwisata yang penting di Ubud, memikat pengunjung dari seluruh dunia untuk menemukan beragam karya seni dan kerajinan tangan khas Bali yang unik dan berkualitas.

Kegiatan di Ubud Art Market

Ubud Art Market pusat oleh-oleh Bali

Ubud Art Market bukan hanya sekadar tempat untuk berbelanja oleh-oleh, tetapi juga tempat yang menawarkan pengalaman budaya yang unik. Di sini, pengunjung dapat menyaksikan proses pembuatan barang-barang seni secara langsung. Anda juga dapat berinteraksi dengan para seniman dan pengrajin lokal serta mempelajari cerita di balik setiap karya seni.

Tidak hanya itu, di Ubud Art Market, Anda bisa membeli koleksi seni dan oleh-oleh langsung dari pembuatnya. Namun, perlu diingat bahwa sebagian besar barang di pasar ini tidak memiliki label harga, sehingga Anda dipersilakan menawar untuk mendapat harga terbaik. 

Tawar-menawar dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan saat berbelanja di Ubud Art Market, asalkan dilakukan dengan sopan dan tetap tersenyum untuk menunjukkan rasa hormat kepada penjual. Anda bisa memulai dengan menawar dari setengah harga yang ditawarkan, kemudian naikkan secara bertahap hingga mencapai nominal yang disepakati bersama.

Lokasi dan Jam Operasional Ubud Art Market

Ubud Art Market terletak di pusat kota Ubud, tepatnya di seberang Puri Saren Agung (Ubud Royal Palace). Lokasinya yang sangat strategis membuat pasar tradisional ini mudah ditemukan oleh para wisatawan.

Bagi Anda tinggal di perumahan tropis mewah Damara Village Ubud, Ubud Art Market dapat dicapai dengan mudah. Anda bisa sampai ke pasar tradisional ini menggunakan kendaraan pribadi, kendaraan sewa, atau ojek online dalam waktu kurang lebih 10 menit perjalanan.

Pasar tradisional ini buka setiap hari, mulai pukul 10.00-17.00 WITA. Di samping itu, penting untuk dicatat bahwa masuk ke Ubud Art Market tidak dipungut biaya. Namun, jika Anda membawa kendaraan, terdapat biaya parkir yang perlu dibayarkan. Biaya parkir untuk sepeda motor adalah Rp2.000 dan Rp10.000 untuk mobil.

Kesimpulan

Ubud Art Market adalah destinasi wajib bagi siapa pun yang berkunjung ke Bali, terutama bagi mereka yang tinggal di Damara Village Ubud. Dengan beragam barang seni dan kerajinan tangan yang ditawarkan, pasar ini dapat melengkapi koleksi fashion, souvenir, dan oleh-oleh Anda. Selain itu, Ubud Art Market juga menawarkan pengalaman budaya yang unik dan autentik karena setiap pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan seniman dan pengrajin lokal. Oleh karena itu, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Ubud Art Market dan membawa pulang oleh-oleh khas Bali yang menarik.

0

Meet Our Concierge