Jelajahi Sejarah 4 Masjid Tertua di Bali

sejarah 4 masjid tertua di Bali

Selain terkenal dengan keindahan alam dan kekayaan budaya yang memukau, Bali juga menyimpan banyak warisan sejarah yang menarik untuk ditelusuri. Salah satunya adalah keberadaan masjid-masjid tertua yang tersebar di berbagai penjuru pulau ini. 

Dalam artikel ini, kami akan membawa Anda menyelami sejarah empat masjid tertua di Bali, yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi saksi bisu perkembangan Islam di Pulau Dewata.

1. Masjid Nurul Huda, Gelgel

sejarah 4 masjid tertua di Bali
Source: Republika

Masjid Nurul Huda merupakan masjid pertama sekaligus tertua di Bali. Terletak di Jalan Waturenggong, Desa Gelgel, Klungkung, masjid ini pertama kali didirikan pada abad ke-14 di masa Kerajaan Gelgel.

Sejak didirikan, Masjid Nurul Huda telah mengalami beberapa kali renovasi. Renovasi pertama dilakukan pada tahun 1863, dan kemudian pada tahun 1989, masjid ini dibangun ulang untuk ditingkatkan. Meski demikian, bentuk asli masjid ini masih tetap dipertahankan. Selain itu, bagian atap serta menara setinggi 17 meter yang berada di halaman masjid adalah beberapa area yang masih asli dan dipertahankan dari bangunan awal.

2. Masjid As-Syuhada, Denpasar

Masjid As-Syuhada, yang terletak di Kampung Bugis, Serangan, Denpasar, merupakan simbol persahabatan dan toleransi antara masyarakat Bali dengan Suku Bugis yang menetap di wilayah tersebut.

Pada awalnya, masyarakat Bugis yang tinggal di sekitar Kampung Bugis sering membantu Kerajaan Badung dalam berbagai pertempuran melawan Kerajaan Mengwi. Sebagai bentuk rasa terima kasih dan penghargaan atas kesetiaan mereka, Raja Badung kala itu memberikan izin kepada masyarakat Bugis untuk membangun masjid di wilayahnya. Akhirnya, Masjid As-Syuhada pun didirikan pada abad ke-17 dan menjadi masjid tertua kedua di Bali.

Menariknya, Masjid As-Syuhada menyimpan sebuah peninggalan sejarah yang sangat berharga, yaitu kitab Al-Qur’an tua yang terbuat dari kulit unta. Kitab ini diperkirakan berasal dari Arab Saudi dan ditulis di Kota Makkah. Dibawa dari Sulawesi oleh masyarakat Bugis, kitab ini menjadi bukti sejarah panjang perkembang Islam di Bali sekaligus menggambarkan hubungan erat antara masyarakat Bugis dengan Pulau Dewata.

3. Masjid Agung Jami, Buleleng

sejarah 4 masjid tertua di Bali
Source: Detik

Masjid Agung Jami merupakan salah satu masjid bersejarah di Bali. Didirikan pada tahun 1846, masjid ini berlokasi di Jalan Imam Bonjol, Singaraja, Buleleng. Pembangunan masjid ini diprakarsai oleh Anak Agung Ngurah Ketut Jelantik Tjelagie, adik dari pemimpin Buleleng saat itu, Agung Ngurah Ketut Jelantik Polong. Beliau dibantu oleh tokoh Islam setempat bernama Abdullah Maskati.

Keunikan masjid ini terletak pada arsitekturnya yang memadukan unsur Hindu dan Islam. Bentuk atapnya yang menyerupai pura dan penggunaan ornamen tradisional Bali menjadi bukti toleransi serta akulturasi budaya antara umat Islam dan Hindu yang terjadi di Buleleng.

Sebagai bukti sejarah, masjid ini menyimpan naskah Al-Qur’an tulisan tangan Anak Agung Ngurah Ketut Jelantik Tjelagie. Naskah ini menjadi bukti kontribusi beliau dalam penyebaran Islam di Buleleng dan menunjukkan peran aktif para bangsawan dalam syiar agama.

4. Masjid Al-Muhaijirin, Denpasar

Masjid Al-Muhaijirin, yang terletak di Kampung Muslim, Kepaon, Denpasar, merupakan masjid yang dibangun pada tahun 1908 dengan nama awal Masjid Hamsul Mursalim. Namun, seiring kedatangan tokoh Islam Haji Abdurrahman serta pendatang dari Madura, Budis, dan Melayu ke Kampung Kepaon, nama masjid ini diubah menjadi Masjid Jamik Al-Muhajirin. Nama ini mencerminkan semangat hijrah dan persatuan umat Islam di kawasan tersebut.

Pada tahun 1976, masjid ini mengalami kerusakan yang cukup parah akibat gempa bumi berkekuatan 6,7 SR. Namun, berkat semangat gotong royong masyarakat, masjid ini berhasil direnovasi secara bertahap dan kembali berdiri kokoh hingga saat ini.

Kesimpulan

Keberadaan empat masjid tertua di Bali ini menunjukkan bahwa Islam telah hadir di pulau ini sejak berabad-abad silam dan telah menjadi bagian integral dari budaya dan masyarakat Bali. Masjid-masjid ini bukan hanya sekadar tempat ibadah, tetapi juga menjadi saksi bisu perkembangan Islam di Pulau Dewata, sekaligus simbol toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Bali. Semoga artikel ini memberikan Anda wawasan baru dan dapat menjadi panduan untuk Anda yang ingin menjelajahi jejak-jejak sejarah keislaman di Bali.

Meet Our Concierge